Fresh Drink & Food
BELANJA SEKTOR TELEKOMUNIKASI DIPREDIKSI NAIK 20 PERSEN
Written by Rollit    Wednesday, 27 January 2010 09:43    PDF Print E-mail

Belanja sektor telekomunikasi khususnya peralatan ICT operator telekomunikasi diprediksi naik tipis tidak lebih dari 20 persen pada 2010.

Jakarta, 27/1 (Antara/FINROLL News) - Belanja sektor telekomunikasi khususnya peralatan ICT operator telekomunikasi diprediksi naik tipis tidak lebih dari 20 persen pada 2010.

"Belanja sektor telekomunikasi kita tahun ini diperkirakan peningkatannya tidak lebih dari 20 persen, karena sudah hampir semua wilayah tercover jaringan telekomunikasi," kata Sekretaris Jenderal Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Mas Wigrantoro, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, tahun ini kemungkinan besar operator telekomunikasi tidak akan gencar memperluas dan menambah jaringan karena hampir seluruh wilayah sudah terjangkau jejaring telekomunikasi.

Pembangunan jaringan terbesar, kata dia, kemungkinan hanya berupa pembangunan tambahan `backbone` seperti Proyek Palapa Ring. "Tetapi kalau untuk mobile seluler yang baru kan bisa sewa kapasitas yang lama," katanya.

Oleh karena itu, 2010 bukan lagi menjadi tahun di mana operator seluler sangat fokus mengalokasikan dana belanja besar untuk investasi infrastruktur.

"Artinya memang masih akan ada pembangunan ke situ tetapi tidak dominan," katanya.

Ia berpendapat, belanja sektor telekomunikasi terbesar justru akan mengarah pada hal-hal yang bersifat peningkatan produktivitas, seperti investasi pada konten, layanan-layanan bundling dan peningkatan kualitas jaringan.

Sedangkan investasi pada penguatan `coverage` diperkirakan sudah tidak akan banyak dilakukan tahun ini. "Penguatan coverage sudah dilakukan selama dua tahun terakhir, terutama pada 2007-2008. Tapi untuk 2010 masa itu sudah lewat," katanya.

Fakta itu, kata dia, memungkinkan Indonesia tidak lagi terlampau bergantung pada komponen impor sebab selama ini infrastruktur telekomunikasi misalnya peralatan BTS, pendukung teknologi GPRS, 3G, Wimax dan lain-lain hampir seluruhnya impor.

Produk-produk buatan lokal hanya berupa produk pasif seperti kabel, shelter, dan lain-lain. Pada awal menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring mengatakan pada 2008 belanja peralatan ICT Indonesia mencapai Rp70 triliun.

Sebagian besar belanja teralokasi pada pos peningkatan infrastruktur.

T.H016